
Mahasiswa KKN-Reguler TIM II Universitas Diponegoro membangkitkan semangat Perkumpulan Ibu PKK RT 04 untuk memulai pengolahan limbah organik rumah tangga dan menerapkan nilai-nilai dan kebiasaan Rumah Sehat di Blotongan
Salatiga, 18 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Kelurahan Blotongan berhasil menyelenggarakan program multidisiplin “Penguatan Ketahanan Lingkungan di Kelurahan Blotongan Sebagai Bentuk Pemenuhan SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities) dan 12 (Responsible Consumption and Production)” yang bertempat pada rumah Ibu Astonah RT 04, RW 01, Blotongan, Sidorejo, Salatiga, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Pemikiran di balik perencanaan program ini berkutat pada kebutuhan akan adanya kegiatan pengolahan limbah organik rumah tangga alternatif pasca adanya kebijakan baru yang menyebutkan bahwa kini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak lagi menerima limbah organik rumah tangga, sekaligus pentingnya menjaga lingkungan hidup pada sekitar pemukiman warga melalui penerapan kebiasaan Rumah Sehat dan penggunaan properti Biopori dan Komposter (Bioster) guna mengolah limbah organik. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Chomsatun S.H, selaku Lurah Blotongan, yang menyerukan akan pentingnya untuk mengurangi limbah organik dari sumbernya–yakni rumah tangga. Serupa dengan program kerja tempo hari terkait HIV/AIDS, program ini pun menargetkan kalangan Ibu-Ibu PKK RT 04 sebagai demografi partisipan utama sebagai salah satu aktor utama penggerak rumah tangga. Tujuan utama yang diharapkan akan tercapai melalui pelaksanaan program ini adalah untuk ibu-ibu partisipan program untuk mulai mengadopsi kebiasaan dan prinsip Rumah Sehat dengan memastikan sirkulasi udara yang baik dan menjaga kebersihan rumah, sekaligus untuk mengolah limbah organik rumah tangga secara mandiri melalui penggunaan biopori dan komposter yang dapat membantu proses fermentasi limbah organik tersebut menjadi pupuk organik.
Pasca pelaksanaan program kerja, Ketua KKN Kelompok II Blotongan, Allisya Aubrelya Putrie, menyampaikan bahwa program ini direncanakan dengan mindset yang memprioritaskan kebutuhan masyarakat, dengan harapan bahwa masyarakat akan menerapkan materi-materi yang telah disampaikan. “Setelah melakukan sejumlah pertemuan dengan Ibu Lurah dan masyarakat sekitar, terlihat jelas bahwa pengolahan limbah organik rumah tangga kini menjadi isu baru, mengingat bahwa TPA kini tidak lagi menerima limbah organik. Oleh karena itu, tim kami merencanakan program Rumah Sehat dan Bioster ini sebagai bentuk pengolahan alternatif yang dapat dilakukan oleh Ibu Rumah Tangga (IRT), yang mana kemudian pupuk organik berbentuk cairan dan padat yang diperoleh dari biopori dan komposter dapat juga dipergunakan untuk kegiatan penghijauan pemukiman sekitar”.
Kegiatan sosialisasi dan praktik dibuka dengan sesi pre-test oleh Angel Mantaria P. dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Nashwa Safira A. terkait “Dampak Sampah Terhadap Kesehatan Fisik, Lingkungan, dan Mental”. Setelah itu, disusul dengan pemaparan materi mengenai “Edukasi Rumah Sehat” oleh Farah Alfy K., dan dilanjutkan kembali dengan sesi praktik dan pemaparan materi secara interaktif oleh May Isnaini K.K dan Syahidna Dina P. terkait pembuatan dan pengoperasian Biopori serta Komposter. Rangkaian acara ini diakhiri dengan segmen kuis mengenai materi yang telah dipaparkan sebelumnya, yang juga diselingi dengan pemberian hadiah bagi para partisipan yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis berupa pipa paralon biopori dan galon komposter guna membangkitkan semangat ibu-ibu untuk melaksanakan kegiatan penghijauan dan pengolahan sampah dengan menggunakan properti-properti yang telah diberikan. Sepanjang dilaksanakannya acara, partisipan secara aktif berpartisipasi dalam tanya-jawab dan dengan saksama mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh Tim KKN. Sebagai bentuk evaluasi, juga dilakukan sesi tanya-jawab tambahan, yang mana hasil dari sesi tersebut mengindikasikan pemahaman yang lebih lanjut dari partisipan perihal topik tersebut.

Ketua PKK RT 04 Blotongan, Ibu Hartini, menyatakan apresiasi terhadap kontribusi dari para mahasiswa pada kalangan masyarakat RW 01 Blotongan. “Buat adek-adek semua dari KKN Reguler UNDIP yang sudah memberikan contoh Ibu PKK RT 04 tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Kegiatannya sangat bermanfaat karena dapat membantu mengurangi sampah di ruamah sekaligus menjadikan lingkungan rumah lebih bersih, sehat, dan nyaman. Terima kasih banyak atas ilmu dan pendampingan yang telah diberikan.”
Acara reportase ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama, dan diselingi dengan penyerahan cinderamata berupa bioaktivator oleh Mahasiswa KKN-Reguler UNDIP TIM II Kelurahan Blotongan, yang diserahkan kepada setiap partisipan.
Penulis: Allisya Aubrelya P., Syahidna Dina P.
Fotografer: M. Raihan Alfathoni
Kontak Media: IG: @ceritablotongan/ Tiktok: @dibalikblotongan/ Email: dibalikblotongan@gmail.com
