
Salatiga (18/7) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 86 Universitas Diponegoro turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Lapangan RW 06, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Mengusung tema besar KKN “Perpustakaan Desa sebagai Sarana Peningkatan Kewirausahaan: Mengembangkan Skill dan Literasi Ekonomi untuk Masyarakat Berdaya di Kecamatan Sidorejo, Salatiga”, mahasiswa memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi untuk mengintegrasikan edukasi kesehatan, penguatan budaya literasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), serta Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti warga dari berbagai RW sebagai upaya membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat. Selanjutnya, acara dibuka oleh Camat Sidorejo dan Lurah Blotongan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membudayakan pola hidup bersih dan sehat melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba yel-yel keluarga sehat yang diikuti kader Posyandu dari setiap RW di Kelurahan Blotongan. Berbagai kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu dan gerakan yang mengangkat pesan pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Salah satu anggota Tim KKN-T 86 Universitas Diponegoro turut berpartisipasi bersama kader Posyandu RW 11 sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kesehatan.
Mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan juga berkolaborasi dengan tenaga medis RS Hermina dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta skrining kesehatan sederhana. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan akses masyarakat terhadap layanan promotif dan preventif guna mendorong kualitas hidup yang lebih baik.
Selain berfokus pada aspek kesehatan, pelaksanaan GERMAS turut diramaikan dengan stan UMKM, pameran kerajinan berbahan daur ulang yang menghadirkan ruang edukasi sekaligus promosi bagi masyarakat. Tak luput juga ada lapak literasi dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) BBC yang berkolaborasi dengan mahasiswa Sastra Inggris dan tentunya seluruh anggota Tim KKN Tematik 86 sebagai wadah masyarakat terutama anak-anak untuk membiasakan perilaku literasi. Kehadiran berbagai stan tersebut menunjukkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat, tetapi juga memperkuat budaya membaca, mengembangkan kreativitas masyarakat, serta memperkenalkan produk-produk lokal hasil karya pelaku UMKM.
Bagi Tim KKN-T 86 Universitas Diponegoro, kesehatan, literasi, dan kewirausahaan merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan produktif. Masyarakat yang sehat memiliki kapasitas yang lebih baik untuk belajar, mengembangkan pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan. Di sisi lain, budaya literasi yang kuat menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan informasi, memperluas wawasan, dan meningkatkan daya saing usahanya. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi sepanjang hayat serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Kegiatan GERMAS ditutup dengan pertunjukan seni budaya berupa tari Kuda Lumping dan Reog yang berhasil menarik antusiasme masyarakat hingga akhir acara. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 86 Universitas Diponegoro berharap kolaborasi antara kesehatan, literasi, dan kewirausahaan dapat terus diperkuat sehingga mampu menciptakan masyarakat yang sehat, berpengetahuan, serta memiliki daya saing ekonomi yang berkelanjutan.
Penulis: Adila Azzahra N.
