
Mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan program roleplaying sebagai aktor internasional representatif negara dalam simulasi proses negosiasi resolusi konflik antarnegara untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan berbicara di depan umum siswi dan siswa SDN 02 Blotongan

Salatiga, 18 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Allisya Aubrelya Putrie, melaksanakan program sosial kemasyarakatan berupa Diplomatic Role-playing dan Simulasi Negosiasi Resolusi Konflik di SDN 02, Blotongan, Sidorejo, pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa/i sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam perkembangan kemampuan anak untuk berbicara pada khalayak ramai dan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah secara kreatif.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lingkungan masyarakat, khususnya terkait rendahnya kepercayaan diri siswa/i dalam berbicara di hadapan publik, yang juga berdampak pada kemampuan anak untuk berpikir secara kreatif dalam proses penyelesaian suatu masalah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum sekolah SDN 02 Blotongan dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Menurut Rafi, selaku salah satu partisipan, kegiatan tersebut dinilai cukup mengedukasi dan menyenangkan, terutama dalam segmen negosiasi. “Senang banget bisa diajarin dan main sama kakak-kakak KKN, seru bisa debat sama teman-teman dan gambar-gambar di papan tulis,” ucap Rafi, salah satu murid kelas 6A.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemaparan materi dengan menggunakan properti berupa presentasi. Sesi ini meliputi materi terkait jenis-jenis aktor hubungan internasional, peran masing-masing aktor, serta kontribusi yang mereka berikan kepada masyarakat negara asalnya. Selama kegiatan berlangsung, siswa/i mendengarkan pemaparan materi dengan seksama, secara aktif memulai diskusi dengan rekan-rekan lainnya, dan secara bergantian mengusulkan dan menggambarkan ide-ide yang mereka miliki pada papan tulis di kelas. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, namun juga mengajak siswa/i untuk memberanikan diri untuk berbicara di depan khalayak ramai dan berdebat dengan teman-teman lainnya. Ajakan ini dilakukan agar kegiatan tidak berhenti hanya pada hari pelaksanaan program, tetapi dapat diteruskan oleh para tenaga pendidik, orang tua, dan siswa/i dalam kehidupan sehari-hari.
Allisya menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi satu perkembangan kecil dalam meningkatkan kepercayaan diri anak, sekaligus membantu mereka untuk menjadi individu yang memiliki resourceful thinking skills di lingkungan Blotongan.
“Pada survei pra-pelaksanaan program, terlihat bahwa mayoritas murid lebih menyukai pemaparan materi yang interaktif berupa permainan atau praktik, maka dari itu simulasi dipilih dengan pertimbangan sebagai metode pemaparan yang cukup baik. Pelaksanaan program berjalan cukup kondusif, murid-murid sangat interaktif pada pemaparan materi dan aktif pada saat negosiasi,” ujar Allisya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cendera mata kepada anak-anak murid Kelas 6A dan 6B SDN 02 Blotongan. Melalui program sosial kemasyarakatan ini, mahasiswa KKN berharap bahwa setelah ini, para tenaga pendidik di sekolah pun dapat memanfaatkan metode praktik yang sama dalam proses belajar-mengajar dengan anak-anak, sekaligus dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan seiring tumbuh dan kembangnya anak-anak di lingkungan Blotongan.
Penulis/Reporter: Allisya Aubrelya Putrie
Fotografer/Dokumentasi: May Isnaini K. K
Lokasi: Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga
Program: Diplomatic Role-playing dan Simulasi Negosiasi Resolusi Konflik
