
Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pemanfaatan Komposter untuk Mengolah Sampah Organik
Menjadi Pupuk bagi PKK RT 04 Kelurahan Blotongan

Salatiga, Sidorejo. 12 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Diponegoro melaksanakan program sosial kemasyarakatan berupa edukasi pengolahan sampah
organik menjadi pupuk bersama Ibu-ibu PKK RT 04, Kelurahan Blotongan, Kecamatan
Sidorejo, Kota Salatiga. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui komposter sehingga dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi jumlah sampah yang dibuang.
Melalui penggunaan komposter, sampah organik rumah tangga dapat mengalami proses
penguraian dan menghasilkan dua bentuk hasil pengolahan, yaitu pupuk organik padat dan
pupuk organik cair berupa air lindi. Pupuk organik padat dapat dipanen setelah sekitar 1–2
minggu, sedangkan air lindi membutuhkan waktu sekitar 2–3 bulan untuk dapat dipanen dan
dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan komposter sebagai salah satu
sarana untuk mengolah sampah organik. Sampah seperti sisa sayuran, kulit buah, daun, dan
bahan organik rumah tangga lainnya dapat dimasukkan ke dalam komposter untuk mengalami
proses penguraian oleh mikroorganisme. Sampah yang telah terurai kemudian dapat
dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman.
Untuk membantu proses penguraian, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan bioaktivator.
Selain bioaktivator komersial berupa campuran EM4 dan molase, peserta diperkenalkan
dengan alternatif sederhana berupa air leri dan tape. Air leri dapat menjadi sumber bahan
organik bagi mikroorganisme, sedangkan tape merupakan hasil fermentasi yang mengandung
mikroorganisme. Kombinasi keduanya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bioaktivator
untuk membantu proses penguraian sampah organik dalam komposter.
Mahasiswa KKN UNDIP juga menjelaskan pentingnya melakukan maintenance atau
perawatan komposter. Perawatan dilakukan dengan memperhatikan jenis sampah yang
dimasukkan ke dalam komposter dan memastikan sampah yang digunakan merupakan sampah
organik yang sesuai untuk proses pengomposan. Selain itu, tumpukan sampah organik perlu
diaduk sebanyak 1–2 kali dalam seminggu untuk mencampurkan seluruh bagian tumpukan
sehingga proses penguraian dapat berlangsung lebih merata.
Menurut Ketua PKK RT 04, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama
dalam membantu mengurangi sampah rumah tangga dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Buat adek-adek semua dari KKN Reguler UNDIP yang telah memberikan contoh Ibu PKK
RT 04 tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Kegiatannya sangat bermanfaat
karena dapat membantu mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menjadikan lingkungan
rumah lebih bersih, sehat, dan nyaman. Terima kasih banyak atas ilmu dan pendampingan yang
telah diberikan.”
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah organik
rumah tangga masih memiliki manfaat dan dapat diolah menjadi pupuk melalui cara yang sederhana. Pengenalan komposter, alternatif bioaktivator dari air leri dan tape, serta perawatan komposter diharapkan dapat membantu Ibu-ibu PKK RT 04 menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri di lingkungan rumah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi dan foto bersama. Melalui program ini, mahasiswa
KKN UNDIP berharap pengolahan sampah organik dapat menjadi kebiasaan yang
berkelanjutan sehingga tidak hanya mengurangi jumlah sampah rumah tangga, tetapi juga
memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Penulis/Reporter: May Isnaini Khusnul Khotimah
Fotografer/Dokumentasi: Muhammad Raihan Alfathoni U.
Lokasi: RT 04, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga
Program: Edukasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk
